Ketik untuk mencari

popup
Berita Kesehatan Nasional

Obat Corona Virus Telah Ditemukan

Bagikan
Fusion Medical - by unsplash

Akhirnya masa pencarian obat untuk Virus Corona menunjukkan titik terang, harapan mulai ada untuk menangani pandemik global dan terutama nasional yang sedang melanda negeri ini. Berdasar informasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga mengklaim bahwa sudah menemukan kombinasi lima obat yang efektif melawan Covid-19.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga Purwati mengatakan penelitian dilakukan pada kombinasi obat-obatan yang sudah beredar di pasaran terhadap adanya potensi dan efektivitas obat tersebut sehingga membuat efek antiviral dari SARS Cov-2.

Apakah Obat Corona Virus Telah Ditemukan ?

“Kami melakukan uji toksisitas, apakah obat tersebut toksik bagi tubuh kita. Kedua mengecek atau meneliti potensi untuk membunuh dari virus Sars Cov-2 dan efektivitas obat tersebut. Kami juga mengecek juga inflamasi dan anti inflamasi,”

Purwati Selasa (16/6/2020).

Dari 14 rejimen obat yang diteliti didapatkan lima rejimen obat yang memiliki potensi dan efektivitas yang bagus untuk menghambat virus tersebut masuk ke sel target. Selain itu ditemukan bahwa kombinasi tersebut bisa menghambat dan menurunkan perkembangbiakan dari virus tersebut di sel, sehingga diharapkan Obat Virus Corona akan segera ada.

Kelima kombinasi obat tersebut adalah :

  1. lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne,
  2. lopinavir/ritonavir dengan doxycyline,
  3. lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine,
  4. Hydroxychloroquine dengan azithromicyne
  5. hydroxychloroquine dengan doxycycline.

Mereka mengikuti perkembangan secara bertahap selama 24 jam , 48 jam dan 72 jam dari jumlahnya yang ratusan menjadi undetected.

Purwati mengatakan dari beberapa obat yang dikombinasikan ini pernah dilakukan penelitian hanya saja berupa dosis tunggal. Kali ini dilakukan kombinasi karena memiliki potensi dan efektivitas yang bagus terhadap daya bunuh virus tersebut.

“Kedua dosis yang dipakai lebih kecil, seperlima atau sepertiga dari dosis tunggal. Sehingga sangat mengurangi toksisitas obat tersebut dalam tubuh sehat,” kata Purwati.

Kelima kombinasi obat yang diteliti ini diharapan membuat dan mempunyai efek untuk menurunkan virus di dalam tubuh hingga tidak terdeteksi lagi, sehingga pada akhirnya bisa memutus rantai penularan dari virus ini.

Dengan menggunakan obat yang telah beredar di pasaran menurutnya lebih aman karena telah melalui berbagai macam uji klinis, hingga mendapatkan izin edar dari BPOM.

“Kedua di masa pandemi ini kita membutuh kan yang emergency dan urgensi,  kita masih memikirkan keamanan dari pasien makanya diambil dari obat beredar,”.

Sementara itu untuk penelitian stemcell, yakni natural killer cell dan Hematopoietic stem cells dalam 24 & 72 jam, keduanya bisa mematikan aktivasi virus dengan jumlah cukup signifikan yakni antara 80 hingga 90 persen. Stemcell bisa diambil dari darah, dan bisa diatur sebagai upaya pencegahan dan penanganan

“Kalau untuk preventif natural killer cell bisa bertahan 4 bulan dan bisa diambil dari darah pasien,” imbuhnya

Sumber artikel :https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200616110134-37-165659/apakah-benar-obat-corona-sudah-ditemukan-di-ri
Dengan judul : Apakah Benar Obat Corona Sudah Ditemukan di RI?
(16 juni 2020)

Tag:

Mungkin Anda juga suka